Apa Saja Persiapan Berwirausaha??

  Ditulis: Patricia Laura 

Pengertian Wirausahawan

    Wirausaha berasal dari bahasa Prancis enterpreneur, yang secara harfiah mempunyai arti perantara. Dalam bahasa Indonesia, dikenal istilah wirausaha yang merupakan gabungan dari kata wira (gagah berani, perkasa) dan kata usaha. Dengan demikian wirausaha berarti seorang yang mampu memulai dan atau menjalankan usaha secara gagah berani.Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.  Seorang wirausahawan dalam pikirannya selalu berusaha mencari, memanfaatkan, serta menciptakan peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan. 

    Menurut John J. Kao berwirausaha adalah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan risiko yang tepat, melalui keterampilan komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi manusia, uang, dan bahan-bahan baku atau sumber daya lain yang diperlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik. 

    Menurut David E. Rye wirausahawan adalah seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha baru. Seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi selalu sadar dan mempunyai kemampuan yang mendalam untuk melihat segala fenomena yang ada di sekitarnya, merenung dan semangat untuk mewujudkan setiap perenungan batinnya dalam bentuk nyata dan realistis.

    Untuk menjadi wirausahawan seseorang harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

a. Percaya Diri
    Orang yang percaya diri adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan sudah mencapai tingkat maturity (kedewasaan). Percaya diri merupakan suatu paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan.

b. Inisiatif
    Berinisiatif artinya selalu ingin mencari dan memulai sesuatu. Dalam kewirausahaan, peluang hanya diperoleh apabila dia inisiatif. Prilaku inisiatif ini biasanya di peroleh melalui pelatihan dan pengalaman selama bertahun-tahun dan pengembangannya dapat diperoleh dengan cara disiplin diri, berpikiran kritis, tanggap, bergairah dan semangat.

c. Motivasi Prestasi
    Dorongan untuk selalu berprestasi tinggi harus ada dalam diri seorang wirausaha, karena dapat membentuk mental pada diri mereka untuk selalu lebih unggul dan mengerjakan segala sesuatu melebihi standar yang ada. Motivasi Prestasi yang pertama dapat diartikan sebagai prilaku yang timbul dari segi keberhasilan dan kegagalan. Yang kedua adalah individu sidikit banyak harus bertanggung jawab atas hasilnya. Yang ketiga adalah tingkatan tantangan dan timbilnya perasaan tidak pasti.

d. Kepemimpinan
    Seorang wirausahawan yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, dan teladan. Kepemimpinan ialah kualitas tingkah laku seseorang yang mempengaruhi tingkah orang lain atau kelompok orang, sehingga mereka bergerak ke arah tercapainya tujuan bersama.Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan kepeloporan, keteladanan. Ia ingin selalu tampil berbeda, lebih dulu, lebih menonjol.

e. Berani mengambil Risiko
    Setiap usaha, baik usaha baru maupun usaha yang telah lama akan selalu berhadapan dengan risiko. Risiko selalu ada tanpa dapat diketahui secara pasti. Seorang wirausahawan harus belajar dari hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya. Berbagai kejadian yang merugikan sebagai dampak dari timbulnya risiko telah memberikan pelajaran yang sangat berharga kepadanya.

Fungsi dan Potensi Manfaat Berwirausaha

Seorang wirausahwan mempunyai fungsi pokok dan fungsi tambahan

A. Fungsi Pokok Dalam menjalan kegiatan kewirausahaan, seorang wirausahawan menjalani beberapa fungsi pokok, yaitu:
    a. Membuat keputusan-keputusan yang dan mengambil risiko tentang tujuan dan sasaran            perusahaan.
    b. Memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan.
    c. Menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani. 
    d. Menghitung skala usaha yang diinginkan. 
    e. Menentukan permodalan yang diinginkannya (modal sendiri dan modal dari luar) dengan         komposisi yang menguntungkan.
    f. Memilih dan menetapkan kriteria pegawai atau karyawan dan memotivasinya.
    g. Mengendalikan secara efektif dan efisien.
    h. Mencari dan menciptakan berbagai cara baru.
    i. Mencari terobosan baru dalam mendapatkan masukan atau input, serta mengolahnya               menjadi barang dan atau jasa yang menarik.
    j. Memasarkan barang dan atau jasa tersebut untuk memuaskan pelanggan sekaligus dapat           memperoleh dan mempertahankan keuntungan maksimal. 

B. Fungsi Tambahan Dalam menjalan kegiatan kewirausahaan, seorang wirausahawan menjalani beberapa fungsi tambahan, yaitu:
    a. Mengenali lingkungan perusahaan dalam rangka mencari dan menciptakan peluang                usaha.
    b. Mengendalikan lingkungan ke arah yang menguntungkan bagi perusahaan.
    c. Menjaga lingkungan usaha agar tidak merugikan masyarakat maupun merusak                        lingkungan akibat dari limbah usaha yang mungkin dihasilkannya. 
    d. Meluangkan dan peduli atas CSR. Setiap pengusaha harus peduli dan turut serta                        bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial di sekitarnya

C. Potensi Manfaat Usaha Mikro Kecil Menengah 

Menurut Thomas W. Zimerer et.al Potensi Manfaat dari kegiatan kewirausahaan dalam cakupan UKM adalah sebagai berikut: 

a. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri, memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya. 
b. Memberi peluang melakukan perubahan, semakin banyak pebisnis yang memulai usahanya karena mereka dapat menangkap peluang untuk melakukan berbagai perubahan yang menurut mereka penting.
c. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya, bisnis yang dimiliki wirausahawan merupakan alat untuk menyatakan aktualisasi diri. Keberhasilan mereka adalah suatu hal yang ditentukan oleh kreativitas, antusias, inovasi dan visi mereka sendiri. 
d. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin, menurut hasil penelitian, Thomas Stanley dan Wiliam Damko, pemilik perusahaan sendiri mencapai dua pertiga dari jutawan Amerika Serikat “orang-orang yang bekerja memiliki perusahaan sendiri empat kali lebih besar peluangnya untuk menjadi jutawan dari pada orang-orang yang bekerja untuk orang lain atau menjadi karyawan perusahaan lain”.
e. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya. Pengusaha kecil sering kali dianggap warga masyarakat yang paling dihormati dan paling dipercaya.
f. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya. Mereka menyalurkan hobi atau kegemaran menjadi pekerjaan mereka dan mereka senang jika mereka melakukannya.

Unsur dan Faktor Penting dalam Berwirausaha

A. Unsur-unsur Penting Berwirausaha 

a. Daya pikir (kognitif); Daya pikir adalah sumber dan awal kelahiran kreasi dan temuan baru serta yang terpenting ujung tombak kemajuan dalam berwirausaha.
b. Keterampilan; Yakni merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja. Penguasaan keterampilan yang serba material ini juga merupakan tuntutan yang harus dilakukan seorang wirausa dalam rangka melaksanakan tugasnya.
c. Sikap Mental Maju; Sukses hanya dapat diraih jika terjadi sinergi antara pemikiran, keterampilan dan seluruh aktivitas kesehariannya. Identitas itu tampak pada kepribadian seorang, yakni pada pola pikir dan pola bersikapnya. Di sini, tampak jelas bahwa sikap mental maju sesungguhnya adalah buah dari pola sikap yang didorong secara produktif oleh pola pikir yang positif.
d. Unsur intuisi (kewaspadaan); Intuisi atau yang dikenal sebagai Feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit digambarkan namun seringkali menjadi kenyataan jika dirasakan dan diyakini benar dan lalu diusahakan. Seorang wirausahawan sangat dituntun untuk mempunyai intusi yang tinggi untuk dapat menangkap peluang-peluang yang mungkin ada, maupun mengatasi permasalah yang dihadapinya sebagai konsekuensi dari perubahan dan persaingan usaha.

B. Faktor-faktor Penting Berwirausaha Adapun faktor-faktor yang menjadi melatar belakangi karakter seorang entrepreneur adalah sebagai berikut:

a. Faktor lingkungan; Menurut Duchesneau wirausahawan yang berhasil adalah mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang juga entrepreneur, karena mereka memiliki pengalaman yang lebih luas dalam usaha. 
b. Faktor pendidikan; pendidikan yang bisnis yang memadai akan memberikan pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola usaha. Hal tersebut akan mempengaruhi seseorang dalam mengatasi masalah dan mengoreksi penyimpangan dalam bisnis.
c. Faktor usia; Menurut Staw, usia bisa terkait dengan keberhasilan bila dihubungkan dengan lamanya seseorang menjadi entrepreneur. Artinya dengan bertambahnya usia seorang entrepreneur maka semakin banyak pengalaman dibidang usahanya. Dengan kata lain, faktor pengalaman sebagai seorang wirausaha (baik masih muda maupun sudah tua) akan sangat mempengaruhi kesuksesan sebagai seorang wirausaha. Pengalaman bisa didapat tidak hanya dari diri wiraushaan tersebut, namun juga melalui pengalaman dari wirausaha lainnya.
d. Faktor pengalaman kerja; Pengalaman kerja tidak sekedar menjadi salah satu hal yang menyebabkan seseorang untuk menjadi seorang entrepreneur. Pengalaman ketidakpuasan dalam bekerja juga turut menjadi salah satu pendorong dalam mengembangkan usaha baru.

Persiapan Berwirausaha

Hal penting yang harus dipersiapakan oleh seorang wirausaha adalah Visi atau Tujuan dan Alasan untuk berwirausaha. Salah satu konsep yang dapat digunakan dalam pra perencanaan bisnis oleh seseorang untuk memulai usaha adalah konsep 5W+1H. Apa, dimana,kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.

a. What ? rencana apa yang akan dilakukan
- Apa tujuan bisnis yang akan dicapai ?
- Apa sasannya yang ingin dicapai ?
- Apa Jenis usaha ?
- Apa bidang usaha yang diinginkan ?
- Apakah bentuk usahanya ?
- Apa … ?

b. Where ?
- Dimana tempat atau lokasi usaha yang akan didirikan ?
- Apakah hanya terfokus pada satu lokasi atau lebih dari satu ?
- Apakah akan dilakukan di toko real (konvensional) atau online shop ? atau gabungan keduanya?
- Dimana … ?

c. When ?
- Kapan usaha bisa dimulai ?
- Kapan peluncuran produk pertama ?
- Kapan melakukan promosi ?
- Kapan … ? 

d. Who ?
- Siapa saja team usaha ?
- Siapa atau berapa jumlah personil atau SDM yang dibutuhkan ?
- Keterampilan apa yang dibutuhakn personil tersebut ?
- Siapa saja pemasok yang harus di hubungi ?
- Siapa … ?

e. Why ?
- Mengapa menetapkan tujuan bisnis ? 
- Mengapa bidang usaha ini dipilil ?
- Mengapa lokasi usaha di daerah pasar atau di daerah pekantoran, atau padat pemukiman ?
- Mengapa bentuk usaha yang dipilih seperti itu ?
- Mengapa menggunakan merek dagang ini ?
- Mengapa … ?

f. How ?; Pertanyaan ini menunjukkan cara, metode, tenik dan prosedur kerja yang akan dilakukan
- Bagaimana strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan ?
- Bagaimana lay-out mesin yang effektif ?
- Bagaimana prosedur pelayanan jasa ?
- Bagaimana … ? 

Komentar

Postingan Populer