Fakta Jakarta yang Belum Banyak Diketahui
Jakarta merupakan ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia melalui UU No. 10 Tahun 1964. Jakarta sudah menjadi pusat pemerintahan sejak masih bernama Batavia pada masa Hindia Belanda. Jakarta mempunyai julukan sendiri di dunia internasional seperti, J-Town atau yang lebih populer The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding dengan New York City (Big Apple) atau New York City nya Indonesia.
10 Kali ganti nama
Jika kalian pikir kamu Jakarta hanya ganti nama dua kali? Maka kamu salah, karena dahulu Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa. Lalu berubah menjadi Jayakarta. Pada saat Belanda menduduki Jayakarta, berubahlah namanya menjadi Stad Batavia, dan pada 1905 berubah lagi menjadi Gemeente Batavia. Pada tahun 1942, nama Batavia berubah lagi menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu saat Jepang menyerah kepada sekutu, namanya berubah lagi menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh NICA dan namanya berganti lagi menjadi seperti dulu Stad Gemeente Batavia. Pada 24 Maret 1950 kembali berubah menjadi Kota Praja Jakarta. 18 Januari 1985 berubah lagi menjadi Kota Praja Djakarta Raya. Dan pada 1961 terbentuklah pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. Hingga akhihrnya nama itu menjadi Jakarta sampai sekarang.
Monas bukan maskot Jakarta
Maskot Jakarta bukanlah Monas melainkan elang Bondol dan Salak Condet Penetapan itu disahkan oleh Gubernur Ali Sadikin melalui Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989. Maskot ini terlihat di badan bus TransJakarta. Jika kamu ingin melihatnya dalam bentuk tugu, kamu bisa lihat di hampir semua perbatasan provinsi Jakarta dengan Banten atau Jawa Barat.
Kota dengan status provinsi
Sejak Indonesia merdeka sampai 1958, Jakarta merupakan bagian dari Jawa Barat. Pada 1959 statusnya pun berubah ketika Presiden RI Pertama Soekarno mengangkat Soemarno Sosroatmodjo sebagai gubernur pertama Jakarta. Dan statusnya diubah menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) pada tahun 1961. Dan dalam lima tahun, Jakarta terus berkembang dan menjadi pusat bisnis dan politik. Hal ini berdampak kepada Jakarta dan menjadikannya satu-satunya kota yang memiliki status setingkat provinsi. Karena sekitar 70 % perputaran uang Indonesia terjadi di Jakarta.
Kota dengan Mall terbanyak
Jakarta memiliki mall yang sangat banyak, yaitu sekitar 173. Hal ini membuat warga Jakarta tidak akan bingung mencari pusat perbelanjaan. Beberapa mall diantaranya seperti Taman Anggrek, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, FX Sudirman, Lippo Mall Kemang, dan masih banyak lagi.
Stasiun Kereta api terbesar se-ASEAN
Menurut keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, stasiun Jakarta telah ditetapkan sebaai cagar budaya. Pembangunan stasiun memiliki sejarah panjang dari sejak zaman kolonial Belanda. Sekitar 580 kereta api yang datang dan pergi di stasiun ini setiap harinya.
Jadi itu fakta kota Jakarta yang kita tempati sekarang. Jangan lupa untuk bahagia hari ini.
10 Kali ganti nama
Jika kalian pikir kamu Jakarta hanya ganti nama dua kali? Maka kamu salah, karena dahulu Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa. Lalu berubah menjadi Jayakarta. Pada saat Belanda menduduki Jayakarta, berubahlah namanya menjadi Stad Batavia, dan pada 1905 berubah lagi menjadi Gemeente Batavia. Pada tahun 1942, nama Batavia berubah lagi menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu saat Jepang menyerah kepada sekutu, namanya berubah lagi menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh NICA dan namanya berganti lagi menjadi seperti dulu Stad Gemeente Batavia. Pada 24 Maret 1950 kembali berubah menjadi Kota Praja Jakarta. 18 Januari 1985 berubah lagi menjadi Kota Praja Djakarta Raya. Dan pada 1961 terbentuklah pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. Hingga akhihrnya nama itu menjadi Jakarta sampai sekarang.
Monas bukan maskot Jakarta
Maskot Jakarta bukanlah Monas melainkan elang Bondol dan Salak Condet Penetapan itu disahkan oleh Gubernur Ali Sadikin melalui Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989. Maskot ini terlihat di badan bus TransJakarta. Jika kamu ingin melihatnya dalam bentuk tugu, kamu bisa lihat di hampir semua perbatasan provinsi Jakarta dengan Banten atau Jawa Barat.
Kota dengan status provinsi
Sejak Indonesia merdeka sampai 1958, Jakarta merupakan bagian dari Jawa Barat. Pada 1959 statusnya pun berubah ketika Presiden RI Pertama Soekarno mengangkat Soemarno Sosroatmodjo sebagai gubernur pertama Jakarta. Dan statusnya diubah menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) pada tahun 1961. Dan dalam lima tahun, Jakarta terus berkembang dan menjadi pusat bisnis dan politik. Hal ini berdampak kepada Jakarta dan menjadikannya satu-satunya kota yang memiliki status setingkat provinsi. Karena sekitar 70 % perputaran uang Indonesia terjadi di Jakarta.
Kota dengan Mall terbanyak
Jakarta memiliki mall yang sangat banyak, yaitu sekitar 173. Hal ini membuat warga Jakarta tidak akan bingung mencari pusat perbelanjaan. Beberapa mall diantaranya seperti Taman Anggrek, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, FX Sudirman, Lippo Mall Kemang, dan masih banyak lagi.
Stasiun Kereta api terbesar se-ASEAN
Menurut keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, stasiun Jakarta telah ditetapkan sebaai cagar budaya. Pembangunan stasiun memiliki sejarah panjang dari sejak zaman kolonial Belanda. Sekitar 580 kereta api yang datang dan pergi di stasiun ini setiap harinya.
Jadi itu fakta kota Jakarta yang kita tempati sekarang. Jangan lupa untuk bahagia hari ini.


Komentar
Posting Komentar