4 Fakta Unik Raja Ampat
Siapa yang tudak tahu Raja Ampat. Kabupaten yang terletak di Papua Barat yang ibukota di Waisai ini merupakan kekayaan alam kelautan yang dimiliki Indonesia. Tidak kalah menariknya dari Bali, Raja Ampat ini memiliki fakta-fakta yang unik seperti memiliki 610 pulau dan hanya 35 pulau diantaranya yang berpenghuni sampai keramahan dari penduduk setepat. Masih banyak lagi fakta-fakta unik lainnya dari tempat wisata ini. Berikut ini fakta-fakta unik yang dimiliki Raja Ampat.
Asal usul nama Raja Ampat
Nama Raja Ampat sendiri diambil dari cerita rakyat yang ada diwilayah ini. Dalam bahasa Indonesia Raja Ampat berarti "Empat Raja" yaitu empat raja yang menguasai kerajaan di wilayah tersebut yaitu Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta. Dalam cerita rakyat tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu terdapat sepasang suami istri yang tidak sengaja menemukan 6 butir terul naga di tepi sungai Waikeo. Karena lapar, pasangan itu berniat untuk memasak keenam telur itu. Ketika hendak dimakan, lima dari keenam telur itu menetas dan mengeluarkan 5 orang bayi yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang kemudian diberi nama War, Betani, Dohar, Muhammad dan Pintolee. Semua anak itu diurus oleh pasangan itu. Pada suatu hari Pintolee anak perempuan mereka kedapatan hamil diluar nikah. Kemudian dia dihukum dengan dihanyutkan di atas kulit bia (kerang besar) sampai terdampar di Pulau Numfor. Setelah itu keempat anak lelakinya menjadi raja di mepat pulau besar dikawasan tersebut, War yang menjadi raja di Waigeo, Betani raja di Salawati, Dohar raja di Misool, dan Muhammad raja di Batanta. Sedangkan, konon katanya telur naga yang tidak menetas masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus dari masyarakat setempat sampai saat ini.
Ditemukannya Raja Ampat
Keindahan Raja Ampat mulai mendunia pada tahun 1990. Ditemukan oleh seorang penyelam berkebangsaan Belanda yakni Max Ammer yang tidak disengaja. Awalnya Max datang ke Raja Ampat untuk menelusuri keberadaan pesawat dan kapal yang digunakan pada Perang Dunia II yang diperkirakan karam di daerah tersebut. Karena terpesona dengan keragaman biota di Raja Ampmat, Max mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan dari Australia untuk mengadakan survei di tempat ini pada tahun 1998. Pencarian bankai kapal dan pesawat itu membuahkan hasil. Didekat pulau Wai kedalaman 27 meter ditemukan rongsokan pesawat P40 bekas milik sekutu. Total penemuan sekitar 65 bangkai kapal dan 35 bangkai pesawat peninggalan Perang Dunia II.
"Hutan Amazon" bawah laut
Hutan Amazon adalah hutan dengan spesies binatang darat terbanyak. Raja Ampat yang memiliki spesies binatang laut yang terbanyak sering dijuluki sebagai "Hutan Amazon bawah laut". Penyelam bisa menemukan Papuan Epaulette, hiu karpet Wobbegong Shark, kuda laut jenis Pigmy yang sebesar ruas jari kelingking, rombongan ikan Barakuda, hingga ikan besar dengan bentang sayap sepanjang 5m. Raja Ampat sudah seperti perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Selain banyaknya spesies ikan, Raja Ampat juga merupakan surganya terumbu karang. Dengan persentase penutupan karang hidup 90% dengan terumbu karang yang memiliki kondisi masih sangat baik. Tipe-tipe terumbu karang disini mulai dari terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam, tipe atol dan tipe gosong atau taka. Bagi kamu yang tidak bisa menyelam, jangan khawatri karena terumbu karang ini bisa ditemukan di kampung Saondarek. Meski terkena sinar matahari dan udara terbuka, terumbu karang ini tetap bisa hidup.
Tidak sembarang orang bebas berkunjung
Berbeda dengan Bali, Raja Ampat membatasi orang yang ingin berkunjung ke pulau ini. Masyarakat setempat membatasi jumlah orang yang masuk utuk tettap menjaga kelestarian alamnya. Mereka mencari cara agar kelestarian alam pulau tempat tinggalnya ini tetap terjaga.
Itulah beberapa fakta menarik tentang Raja Ampat yang mungkin tidak pernah kamu ketahui. Jangan lupa bahagia hari ini.
Asal usul nama Raja Ampat
Nama Raja Ampat sendiri diambil dari cerita rakyat yang ada diwilayah ini. Dalam bahasa Indonesia Raja Ampat berarti "Empat Raja" yaitu empat raja yang menguasai kerajaan di wilayah tersebut yaitu Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta. Dalam cerita rakyat tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu terdapat sepasang suami istri yang tidak sengaja menemukan 6 butir terul naga di tepi sungai Waikeo. Karena lapar, pasangan itu berniat untuk memasak keenam telur itu. Ketika hendak dimakan, lima dari keenam telur itu menetas dan mengeluarkan 5 orang bayi yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang kemudian diberi nama War, Betani, Dohar, Muhammad dan Pintolee. Semua anak itu diurus oleh pasangan itu. Pada suatu hari Pintolee anak perempuan mereka kedapatan hamil diluar nikah. Kemudian dia dihukum dengan dihanyutkan di atas kulit bia (kerang besar) sampai terdampar di Pulau Numfor. Setelah itu keempat anak lelakinya menjadi raja di mepat pulau besar dikawasan tersebut, War yang menjadi raja di Waigeo, Betani raja di Salawati, Dohar raja di Misool, dan Muhammad raja di Batanta. Sedangkan, konon katanya telur naga yang tidak menetas masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus dari masyarakat setempat sampai saat ini.
Ditemukannya Raja Ampat
Keindahan Raja Ampat mulai mendunia pada tahun 1990. Ditemukan oleh seorang penyelam berkebangsaan Belanda yakni Max Ammer yang tidak disengaja. Awalnya Max datang ke Raja Ampat untuk menelusuri keberadaan pesawat dan kapal yang digunakan pada Perang Dunia II yang diperkirakan karam di daerah tersebut. Karena terpesona dengan keragaman biota di Raja Ampmat, Max mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan dari Australia untuk mengadakan survei di tempat ini pada tahun 1998. Pencarian bankai kapal dan pesawat itu membuahkan hasil. Didekat pulau Wai kedalaman 27 meter ditemukan rongsokan pesawat P40 bekas milik sekutu. Total penemuan sekitar 65 bangkai kapal dan 35 bangkai pesawat peninggalan Perang Dunia II.
"Hutan Amazon" bawah laut
Hutan Amazon adalah hutan dengan spesies binatang darat terbanyak. Raja Ampat yang memiliki spesies binatang laut yang terbanyak sering dijuluki sebagai "Hutan Amazon bawah laut". Penyelam bisa menemukan Papuan Epaulette, hiu karpet Wobbegong Shark, kuda laut jenis Pigmy yang sebesar ruas jari kelingking, rombongan ikan Barakuda, hingga ikan besar dengan bentang sayap sepanjang 5m. Raja Ampat sudah seperti perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Selain banyaknya spesies ikan, Raja Ampat juga merupakan surganya terumbu karang. Dengan persentase penutupan karang hidup 90% dengan terumbu karang yang memiliki kondisi masih sangat baik. Tipe-tipe terumbu karang disini mulai dari terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam, tipe atol dan tipe gosong atau taka. Bagi kamu yang tidak bisa menyelam, jangan khawatri karena terumbu karang ini bisa ditemukan di kampung Saondarek. Meski terkena sinar matahari dan udara terbuka, terumbu karang ini tetap bisa hidup.
Tidak sembarang orang bebas berkunjung
Berbeda dengan Bali, Raja Ampat membatasi orang yang ingin berkunjung ke pulau ini. Masyarakat setempat membatasi jumlah orang yang masuk utuk tettap menjaga kelestarian alamnya. Mereka mencari cara agar kelestarian alam pulau tempat tinggalnya ini tetap terjaga.
Itulah beberapa fakta menarik tentang Raja Ampat yang mungkin tidak pernah kamu ketahui. Jangan lupa bahagia hari ini.


Buatin artikel tips tips menyelam bagi pemula dong
BalasHapusMin boleh request bikinin artikel kegiatan yang dapat menghilangkan stress dunggsss
BalasHapusMenarik menarik
BalasHapus